Muslimah yang Ikhlas

•Januari 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Muslimah yang Ikhlas

Saudariku muslimah… ketahuilah bahwa engkau dan manusia seluruhnya di muka bumi ini diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah, demikian pula tujuan jin diciptakan tidak lain adalah untuk meyembah Allah.

Allah berfirman,
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (yaitu mengesaknKu).” (Adz Dzariyat 56)

Ibadah dilakukan oleh seorang muslimah karena kebutuhannya terhadap Allah sebagai tempat sandaran hati dan jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Dan ketahuilah saudariku bahwa ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang muslimah, di samping dia harus mencontoh gerak dan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadahnya.

“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, dengan mentauhidknnya.” (Al Bayyinah 5)

Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang muslimah hanya untuk mengharap keridhoan dan wajah Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan untuk selain Allah atau menjadikan sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika sedang beribadah kepada Allah adalah syirik dan ibadah yang dilakukan dengan niat yang demikian tidak akan diterima oleh Allah. Misalnya menyembah berhala di samping menyembah Allah atau dengan ibadah kita mengharapkan pujian, harta, kedudukan dunia, dan lain-lain. Syirik merusak kejernihan ibadah dan menghilangkan keikhlasan dan pahalanya.

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?”

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”

Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjawab, ” Ia tidak akan mendapatkan apa-apa. ” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

Ketahuilah saudariku… bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah adalah murni karena Allah.

Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslimah yang mencintai Allah dan menjadikan Allah sebagi satu-satunya sandaran dan harapan. Namun kebanyakan wanita pada zaman sekarang mudah tergoda dengan gemerlap dunia dan mengikuti keinginan nafsunya. Padahal nafsu akan mendorong seorang muslimah untuk lalai berbuat ketaatan dan tenggelam dalam kemaksiatan, yang akhirnya akan menjerumuskan dia pada palung kehancuran di dunia dan jurang neraka kelak di akhirat.

Oleh karena itu, hampir tidak ada ibadah yang dilakukan seorang muslimah bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini bukanlah alasan untuk tidak memperhatikan keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa menyayangi hambaNya, selalu memberikan rahmat kepada hambaNya dan senang jika hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa menolong seorang muslimah yang berusaha mencari keridhoan dan wajahNya.

Tetaplah berusaha dan berlatih untuk menjadi orang yang ikhlas. Salah satu cara untuk ikhlas adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia dan berusaha agar hati selalu terfokus kepada janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan abadi di surga dan menjauhkan kita dari neraka. Selain itu, berusaha menyembunyikan amalan kebaikan dan ibadah agar tidak menarik perhatianmu untuk dilihat dan didengar orang, sehingga mereka memujimu. Belajarlah dari generasi terdahulu yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho Allah.

Dahulu ada penduduk Madinah yang mendapatkan sedekah misterius, hingga akhirnya sedekah itu berhenti bertepatan dengan sepeninggalnya Ali bin Al Husain. Orang-orang yang yang memandikan beliau tiba-tiba melihat bekas-bekas menghitam di punggung beliau, dan bertanya, “Apa ini?” Sebagian mereka menjawab, “Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” Akhirnya mereka pun tahu siapa yang selama ini suka memberi sedekah kepada mereka. Ketika hidupnya, Ali bin Husain pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah.”

Janganlah engkau menjadi orang-orang yang meremehkan keikhlasan dan lalai darinya. Kelak pad hari kiamat orang-orang yang lalai akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka tidak diterima Allah, sedang mereka juga mendapat balasan berupa api neraka dosa syirik mereka kepada Allah.

Allah berfirman,
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab mereka dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar 47-48)

“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)

Saudariku muslimah… bersabarlah dalam belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan untuk dunia. Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya. Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.

PENGENDALIAN INTERN (seri manajemen)

•Januari 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

PENGENDALIAN INTERN

Kepentingan manajemen mengenai internal control

• Membantu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya dengan lebih efektif
• Biaya audit akan lebih murah
• Menghasilkan data yang dapat dipercaya
• Mengamankan assets dan catatan-catatan
• Meningkatkan effisiensi operasi
• Mendorong kepatuhan terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan

Tujuan evaluasi internal control adalah :

• Untuk mengetahui apakah laporan – laporan keuangan disajikan secara wajar.
• Untuk mengetahui apakah ada jumlah – jumlah yang tak tercatat, pinjaman-pinjaman atas nama perusahaan tetapi tak tercatat, aktiva tetap dipakai dalam perusahaan tapi tak termasuk dalam assets.
• Untuk mengetahui apakah ada cara yang tidak praktis dalam menilai asset tertentu sehingga nilainya tidak wajar, misalnya tanpa berpegang kepada internal control sebuah proyek dalam status construction in progress yang mepergunakan percentage of completion method. Untuk itu perlu cost accounting yang baik, bila dikonstruksi sendiri.
• Untuk mengetahui kuat lemahnya internal control merupakan pertimbangan yang sangat penting.
• Untuk membantu manajemen kelemahan material dalam internal control beserta saran perbaikannya.

Delapan Tujuan internal control secara detail :

• Transaksi – transaksi seperti yang tercatat secara wajar
• Transaksi – transaksi yang tercatat adalah sah (valid)
• Transaksi – transaksi diotorisasikan sebagaimana mestinya
• Transaksi – transaksi yang ada memang tercatat
• Transaksi – transaksi diberi nilai yang wajar
• Transaksi – transaksi diklasifikasikan sebagaimana mestinya
• Transaksi – transaksi dicatat pada saat yang tepat (timing)
• Transaksi – transaksi dicatat sebagaimana mestinya dalam catatan – catatan pembantu dan diikhtisarkan dengan benar

Unsur – unsur internal control :

• Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern.
• Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mecapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.
• Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
• Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
• Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.

Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern lain, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian mencakup hal – hal berikut ini :
• Integritas dan nilai etika
• Komitmen terhadap kompetensi
• Partisipasi dewan komisaris dan komite audit
• Struktur organisasi
• Pemberian wewenang dan tanggung jawab
• Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

Penaksiran resiko
Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negative mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan berikut ini :
• Perubahan dalam lingkungan operasi
• Personel baru
• System informasi yang baru atau yang diperbaiki
• Teknologi baru
• Aktivitas baru
• Restrukturisasi korporasi
• Standar akuntansi baru

Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas, sudah dilaksanakan.
Aktivitas pengendalian mempunyai berbagai tujuan dan diterapkan diberbagai tingkat organisasi dan fungsi. Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin relevaan dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan hal – hal berikut ini :
• Review terhadap kinerja
• Pengolahan informasi
• Pengendalian fisik
• Pemisahan tugas

Informasi dan Komunikasi
Sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa amupun kondisi) dan untuk memelihara akuntabilitas bagi aktiva, utang, dan ekuitas yang bersangkutan. Kualitas informasi yang dihasilkan dari system tersebut berdampak terhadap kemampuan manajemen untuk membuat keputusan semestinya dalam mengendalikan aktivitas entitas dan menyiapka laporan keuangan yang andal.
Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan.
Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang sitem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan untuk memahami :
• Golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan
• Bagaimana transaksi tersebut dimulai
• Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laopran keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi.
• Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik (seperti komputer dan electronic data interchange) yang digunakan untuk mengirim, memproses, memelihara dan mengakses informasi.

Pemantauan
Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan ini mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya. Di berbagai entitas , auditor intern atau personel yang melakukan pekerjaan serupa memberikan kontribusi dalam memantau aktivitas entitas. Aktivitas pemantauan dapat mencakup penggunaan informasi dari komunikasi dengan pihak luar seperti keluhan Customer dan komentar dari badan pengatur yang dapat memberikan petunjuk tentang masalah atau bidang yang memerlukan perbaikan

Pemisahan Tugas
Pemisahan tugas dalam bagian akuntansi dimaksudkan untuk menghindarkan jenis – jenis kesalahan yang tak sengaja dari pelaksanaan tugas yang kurang baik, dari pada pemisahan penyimpanan (custody) aktiva dari akuntansi agar terhindar dari kecurangan.

Pengendalian fisik (Physical control)
Berikut adalah butir – butir dari aktivitas pengendalian fisik beserta contohnya :

Pengendalian fisik
• Kas kecil : Cash box
• Uang tunai diterima kasir : Cash register
• Catatan piutang : Lemari besi terkunci
• Persediaan bahan mentah : Gudang tertutup dan pintu terkunci
• Kertas berharga : Brandkast

Chart of accounts (bagan perkiraan)
Bagan perkiraan, yang merupakan suatu control(=kendali) yang erat hubungannya dengan dokumen – dokumen dan catatan – catatan, yang menklasifikasikan transaksi – transaksi ke dalam perkiraan neraca dan laba rugi secara individual. Kaitannya dengan internal control yang memadai ialah karena bagan perkiraan merupakan suatu kendali penting dengan memberikan kerangka kerja untuk menentukan informasi yang disajikan kepada manajemen dan pemakaian laporan keuanngan lainnya.
Bagan perkiraan harus mengandung informasi yang cukup untuk memungkinkan penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK , tetapi selain dari pada itu klasifikasi informasi akan membantu manajemen membuat putusan – putusan, karena informasi diberikan pula menurut divisi, jenis produk dan pusat pertanggung jawaban. Bagan perkiraan membantu untuk menghindarkan mis-klasifikasi, bila dijelaskan dengan teliti dan tepat mengenai jenis – jenis transaksi apakah yang harus masuk dalam setiap perkiraan. Sangatlah penting bahwa penjelasan itu membedakan secara jelas antara perkiraan – perkiraan harta, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya, khususnya untuk laporan ekstern.

Otorisasi
Berikut akan dijelaskan perbedaan otorisasi umum dan otorisasi khusus atas transaksi – transaksi :

Otorisasi bersifat umum, penetapan kebijaksanaan manajemen untuk seluruh organisasi agar dipatuhi. Bawahan diinstruksikan untuk menerapkan otorisasi umum ini dengan menyetujui semua transaksi yang berada di dalam batas – batas yang ditentukan oleh kebijaksanaan itu.
Contoh : penetapan daftar harga jual (price list) untuk masing – masing produk, persyaratan penjualan kredit untuk pelanggan, dan batas – batas pemesanan kembali yang otomatis untuk melakukan pembelian – pembelian.
Otorisasi khusus, berkenaan dengan transaksi – transaksi secara individual. Untuk transaksi – transaksi tertentu manajemen tidak bersedia untuk menentukan kebijaksanaan otorisasi umum, tetapi manajemen menghendaki otorisasi kasus per kasus.
Contoh : Pengadaan di atas batas jumlah tertentu; penjualan produk tertentu; peminjaman uang yang memberatkan aktiva perusahaan

Internal Check
Yang dimaksud dengan internal check ialah review yang teliti dan kontinu, sebagai unsure internal control terakhir, terhadap unsure – unsure internal control lainnya. Perlunya internal check, karena system cenderung berubah dengan lewatnya waktu, kecuali bila ada suatu mekanisme untuk sering mereviewnya. Pegawai mungkin sekali melupakan prosedur – prosedur, menjadi ceroboh, atau sengaja tidak menuruti prosedur, kecuali bila ada seseorang yang mengamati dan menilai pencapaiannya.
Karakteristik esensial orang yang melakukan verifikasi intern ialah independen dari orang – orang yang mula – mula bertanggung jawab untuk mempersiapkan data. Alat yang paling murah untuk verifikasi intern ialah pemisahan tugas sebagaimana mestinya. Misalnya, rekonsiliasi bank dilakukan oleh orang yang independen dari catatan – catatan akuntansi dan pengamanan cash.
Contoh : pengecekan barang – barang diterima oleh bagian penerimaan barang, pengecekan order pesanan dengan faktur dan bukti penerimaan barang sebelum persetujuan voucher pembayaran, rekening pengontol dipegang orang lain dari pada orang yang menangani sub buku besar.

Flowchart (bagan alur)
Tujuannya adalah untuk memperlihatkan asal setiap dokumen dan pencatatan dalam system, processingnya selanjutnya, dan tempat terakhir setiap dokumen atau pencatatan berhenti. Selain itu mungkin untuk diperlihatkan dalam flowchart: pemisahan tugas – tugas, otorisasi – otorisasi, persetujuan – persetujuan, verifikasi intern dalam sistem.
Keuntungannya dengan flowchart yaitu memberikan gambaran menyeluruh singkat mengenai system, berguna sebagai alat analisis dalam evaluasi auditor lebih cepat dan mudah dalam menilai kekuatan (adanya kendali-kendali yang memadai)
dan kelemahan (tidak adanya kendali – kendali yang memadai) internal control.

Ever after Reuni

•Januari 9, 2009 • 2 Komentar

Persahabatan, pertemanan, persahabatan orang bilang ada batasnya, seperti halnya dengan teman dan sahabat kita di waktu kita kecil dulu, begitu salah satu teman kita ada yang pindah rumah, setelah acara inagurasi atau wisuda sekolah : SD, SMP, SMA dan Universitas ….

Tetapi begitu acara reuni digelar, jalinan komunikasi itu mulai mengalir kembali, angan menerawang jauh ke belakang, flash back cerita – cerita lucu saat masih menggunakan celana pendek, camping pramuka, olah raga di lapangan Supratman, saat kejar-kejaran dg guru karena ketahuan mau mabal (bolos sekolah) dan cerita lainnya seolah meluncur deras memori itu mengisi ruang melalui obrolan obrolan saat reuni dan setelahnya …

Masa kecil kita SMP dulu memang masa yang paling indah, lucu, untuk dikenang kembali pada saat kini saat rambut mulai tumbuh uban, perut maju kedepan, kaca mata mulai ada yang progresive, dan teman-teman perempuannya udah mulai banyak yang berkerudung namun tidak membatasi cerita dan ruang gerak seolah kembali ke aslinya pada saat kita SMP …

Seperti halnya yang saya alami setelah reuni, saya kerap mendapat sms dan komunikasi dg neng Ika yang sekarang domisili di Cibinong, dg kang endra subagiat (Bank Jabar Bogor) dan kang Joko Mulyono (Asuransi Jasa Raharja Bogor), Mas Agung Subrantas (BIEK) tinggal di Margahayu Bandung yang sampai saat ini masih via telepon silaturahmi kita, Gungun Gunawan di Caladi Bandung, hikmah ga dapet travel pulang ke depok aku bisa kenalan dengan keluarganya bahkan dengan bapaknya yang dulu aku kenal baik semoga sehat terus ya pak ….

Setelah tahun Baru 2009, saya dipertemukan dg kang azharyadi dan teh neneng yang kini jadi istrinya (mereka berteman sejak SD dan SMP Negeri 14 angkatan 81) di kampus STAI Al Azhary Cianjur, saya kagum dengan dia ternyata rahasia perjalanan hidup manusia hanya Allah lah yang tahu, kang yadi dulu waktu SMP jadi anak nakal berubah 180 derajat kini kang yadi menjadi hakim di Madura dan menjadi rektor di kampus tersebut …

Cerita lain adalah Lasni Hartati kini sedang merintis menjadi pengusaha Bakery, dan Ratih Dirgahayu (mantan pramugari penerbangan Merpati) bikin saya terkejut (surprise) karena jujur saja waktu SMP saya ga deket bahkan bisa dibilang kenal muka doang, kini menjadi teman bernostalgia, ber sms dan say hai …

Semoga ungkapan ever after reuni menjadi ruang untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan membuat hidup kita lebih hidup lagi … ditunggu tulisan berikutnya : kalao ada yang mau nulis dan di muat di blog ini kirim tulisannya ke alamat e-mail saya ahandy65@gmail.com atau angk_81_smpn14@yahoo.com

Ever After Reuni

•Januari 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kata orang pertemanan, persahabatan dan persaudaraan itu ada batasnya, saat salah satu teman kita ada yang pindah rumah, setelah wisuda sekolah usai mulai terasa komunikasi dengan teman lama pelan-pelan menjauh .. menjauh .. menjauh dan menghilang ditelan waktu kemudian digantikan dengan teman-teman baru lagi, begitu terus siklus itu berputar …

Komunikasi dengan teman lama dan sahabat lama akan kembali, cerita – cerita lucu, cerita cinta monyet waktu masih kecil dan culun kembali mengisi ruang obrolan yang seru saat kita dipertemukan dalam sebuah acara reuni, kemudian saling bertukar nomor telepon yang bisa dihubungi, semua itu adalah anugrah dan fitrah yang datang dari Allah, tali silaturahmi diikatkan kembali ..

Cerita lucu pun tidak hanya terjadi pada saat kita culun dahulu, tetapi beberapa cerita lucu dan kagum pun terjadi setelah acara reuni di gelar, cerita lama bersemi kembali, yang dahulu hanya kenal nama dan wajah kini menjadi teman akrab dan menjadi jadwal rutin untuk ber sms ria dan menelpon dan janjian ketemu … seru kan !!!

Semoga judul di atas bisa mengobati stroke, darah tinggi, jantung dan penyakit lain …

Antara Mau dan Kemauan

•Januari 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Antara Mau dan Kemauan

Saudaraku yang dimuliakan Allah, jika anda ingin makan karena lapar, cukupkan anda berdiam sambil menunggu ada orang yang datang membawakan makanan? Jika anda ingin memiliki penghasilan yang baik, cukupkah anda duduk di rumah menunggu ada orang yang datang membawakan pekerjaan? Jawabnya tentu tidak! Padahal anda yakin Allah Maha Pemberi rezki.

Kesimpulannya, jika anda ingin makan, maka anda akan tergerak untuk bangkit mencari jalan agar anda mendapatkan makanan, begitu pula jika anda ingin mendapatkan penghasilan. Itulah bedanya antara mau dan kemauan. Sekedar ingin makan berarti anda baru sampai pada tahap “mau”, dan itu tidak berarti apa-apa, dia baru akan bermanfaat jika “mau”-nya berubah menjadi “kemauan” yang berbentuk tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Namun yang disayangkan – saudaraku -, “kemauan” tersebut baru kita miliki pada hal-hal yang bersifat duniawi seperti contoh di atas. Adapun hal-hal yang bersifat ukhrowi, sering “kemauan” kita hanya sebatas “mau” saja.

Jika ditanya kepada kaum muslimin, apakah mereka ingin menjadi orang shaleh? Maka semuanya akan menjawab: “Ya”. Namun banyak yang hanya sampai disitu, selebihnya tidak ada tindakan nyata yang dia lakukan untuk mewujudkannya. Dirinya tidak bergerak untuk menempuh sarana atau jalan yang dapat mengantarkan kesana. Pengajian tidak dihadiri, al-Qur’an dan buku-buku Islami tidak pernah dibaca, teman-teman yang shaleh justru dia benci.

Bahkan sebaliknya, jalan-jalan keburukanlah yang dia tempuh. Perkumpulan gosip menjadi hobinya, lagu dan musik menjadi temannya, tontonan dan bacaan porno selalu dicarinya dan berbagai bentuk kegiatan rusak, dialah pelanggannya.

Jika demikian halnya, akankah keinginan seorang muslim untuk menjadi orang saleh akan terwujud? Kata seorang penyair:

Anda ingin selamat, namun tidak anda tempuh jalannya
Sesungguhnya perahu tidak berjalan di daratan.

Orang yang sekedar “mau” umumnya bersifat pasif, mencari waktu luang, menunggu peluang, minta dipahami, dst. Sementara orang yang punya “kemauan”, umumnya bersifat aktif, meluangkan waktu, mencari peluang, berusaha memahami dan seterusnya.

Pada masa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, orang-orang munafik yang tidak ikut perang Tabuk mencari-cari alasan mengapa mereka tidak ikut perang, seolah-olah mereka juga sebenarnya ingin ikut berperang, namun Allah Ta’ala membantah argumen mereka:

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu” (QS At-Taubah: 46)

Saudaraku…
Sejak sekarang, rubahlah “MAU” kita menjadi “KEMAUAN”, dari kemauan menjadi tekad yang kuat untuk menjadi lebih baik.

Diambil dari buku Nasehat dari Hati ke Hati, Abdullah Haidir

Optimis atau Pesimis ya …

•Januari 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa hari terakhir ini membaca berita di koran, melihat tayangan di televisi membuat hati menjadi miris.Para fakir miskin berburu zakat orang-orang kaya, dan perjuangan untuk mendapatkan zakat yang tak seberapatersebut ibarat menyebrang jalanan di kota jakarta.

Jalanan jakarta adalah ajang menampilkan mesin-mesin pembunuhyang gagah perkasa. Saat pejuang-pejuang hidup memulai langkah untuk mengais rejeki, saat itulah nyawa menjadi tameng terdepan sebagai taruhannya.

Kemiskinan tak pernah lepas dari jerat perekonomian. Kebutuhan hidup yang terus mencekik leher masyarakat,memicu faktor kenekatan dalam ragam hidup. Apa saja akan dilakoni untuk mengatasi masalah yang rasa-rasanya tak sanggup untuk diatasi dan terus membebani jiwa dan pikiran. Pola pikiran menjadi dipersempit, tak ayal tak ada lagi logika dan rasa. Yang miskin tak pernah sadar dengan kemiskinan, jiwa malas-malasan dengan khayalan hidup enak, membunuh hasrat untuk berusaha.

Segala hal dari bangsa ini memang sudah terlihat bobroknya. Rakyat menghujat negaranya.Negara terus dipersalahkan atas segala ketidakmerataan, kesenjangan, kemiskinan, ketidakadilan..dan lain sebagainya.

Tanpa berfikir untuk memperbaiki kualitas diri. Nasionalisme telah tercerabut dari akar patriotisme di dada. Jiwa-jiwa telah terkontaminasi Pola Emang Gue Pikirin..ketidakpedulian telah berkembang biak seperti virus. Semangat hedonisme dan konsumerisme sebagai dampak kebebasan global menggerogoti keluarga-keluarga di negara ini. ga gaul klo ga bermerk, ga gaul kalo ga nongkrong di kafe, ga gaul klo ga pernah dugem, ga gaul klo punya gadget ini. Ke-ga gaul-an yang mendorong anak muda melupakan jati diri dan masa depan bangsa. tengoklah bagaimana negara vietnam sekarang ini, seperti tak ada kesan bahwa negara tersebut baru bangkit dari perang yang terjadi di tahun 70-an.

Negara Indonesia ini telah dininabobokan, cap sebagai negara yang penduduknya ramah-tamah, santun, sopan, dan lainnya..sekarang hanya retorika saja.sekarang ini susah untuk menemukan sifat-sifat itu ada di dalam jiwa masyarakat. Kegarangan, emosional dan prasangka yang berlebih2an, ketakpedulian, individualisme telah menjadi maskot dalam pluralisme disemua sendi kehidupan.

Menurut anda kita harus berpikir optimis atau pesimis ya ?

Takdir Allah Tidak Kejam

•Januari 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pembaca yang budiman, iman kepada takdir merupakan salah satu rukun iman yang enam. Barangsiapa tidak mengimaninya sungguh dia telah terjerumus dalam kekafiran meskipun dia mengimani rukun-rukun iman yang lainnya. Walhamdulillah banyak diantara kaum muslimin yang telah mengenal takdir, akan tetapi amat disayangkan ternyata masih terdapat berbagai fenomena yang justru menodai bahkan bertentangan dengan keimanan kepada takdir.

Barangkali masih tersimpan dalam ingatan kita tatkala seorang artis mempopulerkan lagu ‘Takdir memang kejam’ yang sangat digemari oleh sebagian masyarakat negeri ini beberapa waktu lampau, yang menunjukkan betapa mudahnya masyarakat kita menerima sesuatu yang menurut mereka bagus namun pada hakikatnya justeru merusak akidah mereka. Karena itulah setiap muslim wajib membekali dirinya dengan pemahaman takdir yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan Rosul-Nya. Dalam mengimani takdir ada empat hal yang harus diyakini dalam dada setiap muslim yaitu al ‘ilmu, al kitabah, al masyi’ah dan al kholq.

Pertama, Al ‘Ilmu (Tentang Ilmu Allah)

Kita meyakini bahwa ilmu Allah Ta’ala meliputi segala sesuatu secara global dan terperinci yang terjadi sejak zaman azali (yang tidak berpermulaan) sampai abadi (yang tidak berkesudahan). Allah Ta’ala berfirman, “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al Hajj: 70). Allah sudah tahu siapa saja yang akan menghuni Surga dan siapa yang akan menghuni Neraka. Tidak ada satupun makhluk di langit maupun di bumi bahkan di dalam perut bumi sekalipun yang luput dari pengetahuan-Nya.

Kedua, Al Kitabah (Tentang Penulisan Ilmu Allah)

Kita meyakini bahwa Allah Ta’ala telah menuliskan ilmu-Nya tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam Lauhul Mahfuzh sejak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rosululloh shollAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah menulis takdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Takdir yang ditulis di Lauhul Mahfuzh ini tidak pernah berubah. Berdasarkan ilmu-Nya, Allah telah menuliskan siapa saja yang termasuk penghuni surga dan siapa yang termasuk penghuni neraka. Namun tidak ada satu orangpun yang mengetahui apa yang ditulis di Lauhul Mahfuzh kecuali setelah hal itu terjadi.

Ketiga, Al Masyi’ah (Tentang Kehendak Allah)

Kita meyakini bahwa Allah Ta’ala memiliki kehendak yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu perbuatan makhluk pun yang keluar dari kehendak-Nya. Segala sesuatu yang terjadi semuanya di bawah kehendak (masyi’ah) Allah, entah itu disukai atau tidak disukai oleh syari’at. Inilah yang disebut dengan Irodah Kauniyah Qodariyah atau Al Masyi’ah. Seperti adanya ketaatan dan kemaksiatan itu semua terjadi di bawah kehendak Allah yang satu ini. Meskipun kemaksiatan itu tidak diinginkan terjadi oleh aturan syari’at.

Di sisi lain Allah memiliki Irodah Syar’iyah Diniyah. Di dalam jenis kehendak/irodah yang kedua ini terkandung kecintaan Allah. Maka orang yang berbuat taat telah menuruti 2 macam kehendak Allah ini. Adapun orang yang bermaksiat dia telah menyimpang dari Irodah Syar’iyah namun tidak terlepas dari Irodah Kauniyah. Lalu apakah orang yang bermaksiat ini terpuji? Jawabnya, Tidak. Karena dia telah melakukan perkara yang tidak dicintai d bahkan dibenci oleh Allah.

Keempat, Al Kholq (Tentang Penciptaan Segala Sesuatu Oleh Allah)

Kita meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah makhluk ciptaan Allah baik itu berupa dzat maupun sifat, demikian juga seluruh gerak-gerik yang terjadi di dalamnya. Allah Ta’ala befirman, “Allah adalah pencipta segala sesuatu.” (Az Zumar: 62). Perbuatan hamba juga termasuk makhluk ciptaan Allah, karena perbuatan tersebut terjadi dengan kehendak dan kemampuan hamba; yang kedua-duanya ada karena diciptakan oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman, “Allah-lah yang Menciptakan kalian dan amal perbuatan kalian.” (QS. Ash Shoffaat: 96)

Sumber Kesesatan Dalam Memahami Takdir

Sesungguhnya kesesatan dalam memahami takdir bersumber dari kesalahpahaman dalam memahami kehendak/irodah Allah. Mereka yang menganggap terjadinya kemaksiatan terjadi di luar kehendak Allah telah menyingkirkan dalil-dalil Al Kitab dan As Sunnah yang menunjukkan tentang Irodah Kauniyah. Orang-orang semacam ini akhirnya terjatuh dalam kesesatan tipe Qodariyah yang menolak takdir. Sedangkan mereka yang menganggap segala sesuatu yang ada baik ketaatan maupun kemaksiatan terjadi karena dicintai Allah telah menyingkirkan dalil-dalil Al Kitab dan As Sunnah yang mengancam hamba yang menyimpang dari Irodah Syar’iyah. Orang-orang semacam ini akhirnya terjatuh dalam kesesatan tipe Jabriyah yang menganggap hamba dalam keadaan dipaksa oleh Allah. Maha Suci lagi Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan. Maka Ahlus Sunnah berada di tengah-tengah, mereka mengimani Irodah Syar’iyah dan Irodah Kauniyah, dan inilah pemahaman Nabi dan para sahabat.

Takdir Adalah Rahasia Allah

Ali bin Abi Tholib rodhiyAllahu ‘anhu menceritakan bahwa Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Setiap kalian telah ditulis tempat duduknya di surga atau di neraka.” Maka ada seseorang dari suatu kaum yang berkata, “Kalau begitu kami bersandar saja (tidak beramal-pent) wahai Rosululloh?”. Maka beliau pun menjawab, “Jangan demikian, beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan”, kemudian beliau membaca firman Allah, “Adapun orang-orang yang mau berderma dan bertakwa serta membenarkan Al Husna (Surga) maka kami siapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al Lail: 5-7). (HR. Bukhori dan Muslim). Inilah nasehat Nabi kepada kita untuk tidak bertopang dagu dan supaya senantiasa bersemangat dalam beramal dan tidak menjadikan takdir sebagai dalih untuk bermaksiat.

Pilih Mana: Jalan ke Surga Atau ke Neraka?

Apabila di hadapan anda terdapat 2 buah jalan; yang satu menuju daerah yang penuh kekisruhan dan ketidakamanan, sedangkan jalan yang satunya menuju daerah yang penuh ketentraman dan keamanan. Akan kemanakah anda akan melangkahkan kaki? Akal sehat tentu tidak memilih jalan yang pertama. Maka demikian pulalah seharusnya kita bersikap dalam memilih jalan yang menuju kehidupan akhirat kita, hendaknya jalan ke surga itulah yang kita pilih bukan sebaliknya. Alangkah tidak adilnya manusia yang memilih kesenangan duniawi dengan akalnya namun justeru memilih kesengsaraan akhirat dengan dalih takdir dan membuang akal sehatnya. Suatu saat ada pencuri yang hendak dipotong tangan oleh kholifah Umar, namun pencuri ini mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin sesungguhnya aku mencuri hanya karena takdir Allah.” Umar pun menjawab, “Dan Kami pun memotong tangan dengan takdir Allah.” Lalu siapakah yang kejam? Bukan takdir Allah yang kejam tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. WAllahu a’lam bish showaab.

BISNIS KELUARGA YANG KREATIF

•Desember 26, 2008 • 1 Komentar

Menyelamatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak dari Kursus Matematika

Ironis!
Bukankah kursus matematika seharusnya menumbuh-kembangkan kecerdasan, logika, dan nalar matematika anak kita?

Mengapa kita harus menyelamatkan kecerdasan, logika, dan nalar matematika putra-putri kita?

Ketika masa jayanya kursus sempoa, saya diskusi dengan sahabat saya yang mahasiswa ITB.

“Saya tidak akan memasukkan anak saya ke kursus sempoa!”
“Mengapa? Bukankah anak-anak jadi dapat berhitung cepat?” saya bertanya.
“Tidak ada gunanya anak dapat berhitung cepat. Cukup dengan uang 5 ribu rupiah, anak saya sudah dapat berhitung lebih cepat dari itu.”
“Bagaimana caranya?”
“Saya belikan saja kalkulator di Gasibu seharga 5 ribu rupiah. Beres semuanya!”

Teman saya itu menganalisis kursus matematika sempoa dengan sangat kritis. Saya pikir ia benar dengan pandangannya seperti itu. Ketika matematika direduksi tinggal aritmetika, kemudian direduksi tinggal berhitung dasar, kemudian direduksi lagi menjadi proses mekanis belaka, maka hilanglah kecerdasan matematika.

“Menurut kamu apakah APIQ juga setara dengan kalkulator dari Gasibu?”
“Tidak. APIQ kan juga memperkenalkan konsep geometri, aljabar, statistik, dan lain-lain. Bahkan semua dikemas dalam suasana permainan kreatif. Jadi APIQ dapat mengembangkan kecerdasan, logika, dan nalar anak kita.”

Memang kita perlu hati-hati mengajarkan sempoa ke anak-anak kita. Sempoa memang bagus. Tetapi bila tepat pemanfaatannya. Sempoa adalah sekedar alat bantu hitung dasar penjumlahan dan pengurangan khusus untuk bilangan bulat positif. Untuk perkalian dan pembagian sudah bukan keunggulan alami dari sempoa. Apalagi kuadrat atau pangkat yang lebih tinggi!

“Bagaimana dengan jarimatika?”
“Sama saja dengan sempoa!”
“Tapi kan jarimatika tidak perlu alat bantu! Hanya menggunakan jari. Jadi kamu tidak bisa membandingkannya dengan kalkulator dari Gasibu itu!”
“Lalu bila dengan jari apakah bisa untuk geometri, aljabar, kalkulus?”
“Memang tidak bisa sih… Tapi jarimatika kan produk dalam negeri. Banyak memberdayakan kaum ibu!”
“Saya setuju itu. Memajukan produk dalam negeri. Memajukan kaum ibu. Wirausaha. Itu semua bagus. Tapi juga harus sekaligus memberi nilai tambah bagi kecerdasan matematika anak kita!”
“Ah…kamu terlalu kritis saja hari ini. Aku tidak mau diskusi lagi dengan kamu. Jika aku tanya lagi tentang Kumon, Sakamoto, Bimbingan Belajar atau lainnya pasti kami sewot lagi.”
“Aku memang kritis tapi tidak sewot,” jawabnya dengan sewot.
“Mari kita ganti topik diskusi aja. Bagaimana pendapat kamu tentang kemajuan demokrasi di Indonesia?”
….???….

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

BISANIS KELUARGA YANG KREATIF

•Desember 26, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Manfaat Rumus Berhitung Cepat Matematika

Saya senang mengoleksi berbagai macam teknik berhitung cepat – aritmetika cepat. Beberapa rumus cepat ini saya peroleh dari guru-guru matematika saya. Sebagian yang lain saya peroleh dari membaca literatur. Bagian terpenting dari rumus cepat ini saya peroleh sendiri melalui ketekunan meneliti.

Sempoa (abacus) adalah salah satu teknik berhitung cepat yang sangat mengagumkan. Selesai soal dibacakan, selesai juga proses perhitungan. Kita tinggal membaca hasil perhitungan tersebut pada sempoa. Bila sudah mahir mental aritmetika, kita tinggal membaca jawaban tersebut pada mental imajinasi kita.

Kumon adalah pendekatan yang berbeda. Kumon merupakan pendekatan pembelajaran cepat matematika. Tetapi isi matematikanya sendiri mirip dengan konsep matematika yang kita kenal selama ini. Metode Kumon mengandalkan pada pengulangan dan kemahiran. Dengan cara ini, (anak-anak) kita menjadi lebih mudah belajar matematika.

Jarimatika menampilkan beberapa variasi menarik dari teknik sempoa.
Jarimatika mengelaborasi 10 jari kita untuk menggantikan peran sempoa. Terdapat beberapa trik khusus yang menarik memanfaatkan jari-jari kita.

Sakamoto, saya kenal pada awalnya sebagai pendekatan geometri kepada berbagai konsep matematika. Dengan pendekatan geometri, matematika menjadi lebih tervisualisasikan. Bukankah satu gambar bermakna seribu kata?

APIQ saya dirikan untuk memanfaatkan berbagai keunggulan teknik berhitung cepat. Dari sempoa kami belajar betapa petingya alat peraga fisik. APIQ memfasilitasi siswa dengan berbagai macam mainan fisik matematika seperti Onde Milenium, Kartu Milenium, Super Marble, dan lain-lain. Tentu saja setelah asyik bermain secara fisik, anak-anak akan menyerap konsep matematikanya secara mental.

Dari Kumon kami belajar betapa pentingnya pendekatan bertahap dalam matematika. APIQ memfasilitasi siswa dengan pendekatan bertahap mulai dari anak mengenal angka (bilangan) sampai menguasai kalkulus. Program ini menjadi perkerjaan besar bagi kami di APIQ.

Jarimatika di luar dugaan kami. Kami telah mengajarkan konsep jarimatika sebelum kami mendengar tentang lembaga Jarimatika. Jarimatika memberi pelajaran pada kami bahwa yang sederhana dapat menjadi sesuatu yang sangat menarik. APIQ memperkaya diri dengan berbagai trik menggunakan jari.

Visualisasi geometri lebih kita tekankan lagi setelah mengenal Sakamoto. Tetapi APIQ melangkah lebih jauh dari sekedar visualisasi. APIQ mengembangkan mainan alat peraga khusus untuk berbagai konsep matematika penting. Untuk pecahan, APIQ mengembangkan mainan lingkaran milenium. Untuk luas, keliling, volume APIQ mengembangkan dadu milenium.

Kami mempercayai:
Gambar bermakna seribu kata
Peraga bermakna seribu gambar
Saya sempat agak ragu-ragu. Mengapa repot-repot belajar berhitung cepat? Bukankah sudah ada kalkulator? Bukankah sudah ada komputer?

Berhitung cepat bukan berarti tidak boleh menggunakan kalkulator. Pun bukan berarti tidak boleh memanfaatkan komputer. Orang yang ahli menggunakan kalkulator dan komputer juga tidak dilarang belajar berhitung cepat. Jadi, kita tidak perlu mempertentangkan berhitung cepat dengan mesin hitung cepat.

Banyak manfaat dari belajar berhitung cepat. Salah satu manfaat terpenting adalah menjadi lebih kreatif. Orang yang memiliki banyak koleksi teknik berhitung cepat akan selalu terbuka pada ide-ide kreatif baru. Tokoh-tokoh besar dunia banyak yang menggemari permainan berhitung cepat.

Gauss, tokoh besar matematika, terkenal sebagai orang yang mengatakan:
”Mathematic is queen of science. And queen of mathematic is arithmetic.”
“Matematika adalah ratu ilmu pengetahuan. Dan ratu matematika adalah aritmetika.”

Anda yang pernah mempelajari matematika perguruan tinggi pasti mengenal Gauss. Apalagi Anda yang belajar di teknik elektro atau fisika pasti banyak mempelajari teori Gauss. Khususnya ketika mempelajari teori medan.

Gauss terkenal sebagai kalkulator berjalan – mesin hitung berjalan. Ia dapat melakukan perhitungan cepat hanya dalam kepala. Tanpa alat bantu apa pun. Gauss mengejutkan orang-orang di sekitarnya, bahkan gurunya, ketika menyelesaikan sebuah perhitungan hanya beberapa detik. Sementara orang-orang pada umumnya membutuhkan waktu lebih dari setengah jam.

Richard Feynman adalah peraih nobel fisika yang menggemaskan. Feynman memiliki hobi terus memainkan angka-angka. Ia dikenal juga sebagai kalkulator berjalan. Bahkan ia bisa menghitung nila log 2 sampai ketelitian 7 digit di belakang koma hanya dalam beberapa detik. Ketika ditanya oleh orang-orang bagaimana cara melakukannya, Feynman menjawab, ”Saya telah menghafalnya semalam.” Itulah gaya Feynman.
Berikut ini contoh perhitungan yang disukai Feynman. Saya mengenal sebelumnya dari Trachtenberg. Dan saya sudah melakukan berbagai visualisasi dengan teknik perkalian bintang di APIQ.

54^2 = 2916
55^2 = 3025
56^2 = 3136
57^2 = … … …
58^2 = … … …

Cobalah mengisi titik-titik di atas degan menebaknya. Anda pasti bisa langsung menebaknya. Berhasil? Coba lagi yang ini:

59^2 = … … …
51^2 = 2601
52^2 = … … …
53^2 = … … …

Tentu kita dapat menghitungnya dengan cara seperti biasa. Kita juga dapat menyelesaikannya dengan kalkulator. Tetapi apa kreatifnya? Apa asyiknya? Ini lah cara asyiknya!

54^2 = 2916
29 kita peroleh dari 25 + 4
16 kita peroleh dari 4^2

56^2 = 3136
31 kita peroleh dari 25 + 6
36 kita peroleh dari 6^2

57^2 = 3249
32 kita peroleh dari 25 + 7
49 kita peroleh dari 7^2

Bagi Anda yang akan menempuh UN, SPMB, dan UMPTN 2008, teknik berhitung cepat juga dapat membantu Anda. Anda juga dapat mengembangkan teknik berhitung cepat sendiri sesuai kebutuhan Anda. Tadinya saya akan menulis teknik berhitung cepat limit dengan teorema L’Hospital. Tapi saya khawatir akan menjadi terlalu panjang.

Mohon doanya agar saya dapat menulis teorema L’Hospital pada kesempatan berikutnya.

Cobalah bermain-main dengan teknik berhitung cepat!
Rasakan asyiknya!
Jaga tetap open mind!

Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

Angkatan 81 SMPN 14 BDG

•Desember 26, 2008 • 2 Komentar

100_1058ANGKATAN 81 SMP NEGERI XIV

1 TATI 08122310890
2 JOYO MULYONO 08128692498
3 ANTO 081220235272
4 LASNI HARTATI 081322565323 022-76190854
5 YANI TRIYANI 022-70737601
6 LILIS IRMAWATI 081322668353
7 RATIH DIRGAHAYU 08131367000
8 GIGIN GINANJAR 08128038378
9 NENENG DARLINA 081322542422 022-7276926
10 GUNAWAN 08122109627
11 YANUAR 08122006388
12 WIDYA SEJATINI 085624212277
13 YUS HIDAYAT 0817628670
14 AGUNG 08121469690
15 MIA KARMIATI 08122452100
16 DADANG ANTON 08172383895
17 HERLAN KS 022-91646784
18 MUHAMAD Y (DEDEN) 022-7107095 08164868059
19 DEDEH JAMILAH RA 022-7278218
20 TEDI RUSTENDI 022-7211726
21 UNANG T HANDIMAN 081220568999 021-98923253
22 AGAM (KOMAR ALAMSYAH) 022-70131942
23 YANYAN ROHYANA 0818421246
24 ANI FITRIYANI 08128823770
25 POPY ROCHAETY 081322267234 022-7530347
26 ANNA MARDIANA 085659374897
27 NITA HIDAWATY 08157003305
28 IMAM PURWANTO 08122019301
29 AGUS SUMARNA 081563935332
30 DWIARTO RAMADHAN 0818211149
31 ESTY TRESDASARY 081220010832
32 NENENG DEWI SRI REJEKI 022-91746789
33 AZHARIYADI 085850303636
34 IKA 081213006525
35 ASEP 085624464494
36 AAM 081931391040 02292862142
37 ENDRA SUBAGIAT 081388117800
38. DADANG NUGRAHA SURAPRADJA 0811976711, 021-70444403
39. ADE YAYAT 08122085344, 02270442918
40. AHMAD RIYAD 081343642636
41. ARYO BUDI 08129279115
42. DIAN MARDIANA 085659296828
43. ESTY TRESDASARI 081220010832
44. FITRIYANI 02270189949
45. HERLINA 08562221940
46. LELA 0816421276
47. MUHAMAD YUSUF (DEDEN) 08164868059, 022-7107095
48. NENENG DEWI SRI REJEKI 022-91746789
49. NING WIDIANINGSIH 022-76468399
50. PAK ENTANG GURU OLAH RAGA 081322001947
51. YANI TRIYANI 022-70737601
52. YOHANES 022-92662645

Yang lain saya harapkan bisa menyusul, bagi teman-teman yang tahu alamatnya, bisa disusulkan dan dikirim ke alamat e-mail : angk_81_smpn14@yahoo.com, pswd: delapansatu
Hatur nuhun selamat berkarya

Salam
Unang

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.