BISNIS KELUARGA YANG KREATIF
Menyelamatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak dari Kursus Matematika
Ironis!
Bukankah kursus matematika seharusnya menumbuh-kembangkan kecerdasan, logika, dan nalar matematika anak kita?
Mengapa kita harus menyelamatkan kecerdasan, logika, dan nalar matematika putra-putri kita?
Ketika masa jayanya kursus sempoa, saya diskusi dengan sahabat saya yang mahasiswa ITB.
“Saya tidak akan memasukkan anak saya ke kursus sempoa!”
“Mengapa? Bukankah anak-anak jadi dapat berhitung cepat?” saya bertanya.
“Tidak ada gunanya anak dapat berhitung cepat. Cukup dengan uang 5 ribu rupiah, anak saya sudah dapat berhitung lebih cepat dari itu.”
“Bagaimana caranya?”
“Saya belikan saja kalkulator di Gasibu seharga 5 ribu rupiah. Beres semuanya!”
Teman saya itu menganalisis kursus matematika sempoa dengan sangat kritis. Saya pikir ia benar dengan pandangannya seperti itu. Ketika matematika direduksi tinggal aritmetika, kemudian direduksi tinggal berhitung dasar, kemudian direduksi lagi menjadi proses mekanis belaka, maka hilanglah kecerdasan matematika.
“Menurut kamu apakah APIQ juga setara dengan kalkulator dari Gasibu?”
“Tidak. APIQ kan juga memperkenalkan konsep geometri, aljabar, statistik, dan lain-lain. Bahkan semua dikemas dalam suasana permainan kreatif. Jadi APIQ dapat mengembangkan kecerdasan, logika, dan nalar anak kita.”
Memang kita perlu hati-hati mengajarkan sempoa ke anak-anak kita. Sempoa memang bagus. Tetapi bila tepat pemanfaatannya. Sempoa adalah sekedar alat bantu hitung dasar penjumlahan dan pengurangan khusus untuk bilangan bulat positif. Untuk perkalian dan pembagian sudah bukan keunggulan alami dari sempoa. Apalagi kuadrat atau pangkat yang lebih tinggi!
“Bagaimana dengan jarimatika?”
“Sama saja dengan sempoa!”
“Tapi kan jarimatika tidak perlu alat bantu! Hanya menggunakan jari. Jadi kamu tidak bisa membandingkannya dengan kalkulator dari Gasibu itu!”
“Lalu bila dengan jari apakah bisa untuk geometri, aljabar, kalkulus?”
“Memang tidak bisa sih… Tapi jarimatika kan produk dalam negeri. Banyak memberdayakan kaum ibu!”
“Saya setuju itu. Memajukan produk dalam negeri. Memajukan kaum ibu. Wirausaha. Itu semua bagus. Tapi juga harus sekaligus memberi nilai tambah bagi kecerdasan matematika anak kita!”
“Ah…kamu terlalu kritis saja hari ini. Aku tidak mau diskusi lagi dengan kamu. Jika aku tanya lagi tentang Kumon, Sakamoto, Bimbingan Belajar atau lainnya pasti kami sewot lagi.”
“Aku memang kritis tapi tidak sewot,” jawabnya dengan sewot.
“Mari kita ganti topik diskusi aja. Bagaimana pendapat kamu tentang kemajuan demokrasi di Indonesia?”
….???….
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)



Inilah contoh ajaran bejat Muhammad yg dengan tidak masuk akal disucikan pengikutnya:
Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?
Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.
A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.
Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.
Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).
Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.
Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci? Seorang anak kecil Muhammad nodai dalam nama allah. Dalam ilmu psikologi moderen, yang dilakukan Muhammad disebut pedofilia, dan seorang yang melakukan pedofilia dapat dikenakan sanksi hukuman mati, karena telah merampas masa depan anak-anak, dan membuat anak-anak menderita trauma kejiwaan.